Rabu, 24 Oktober 2012

PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MULTIMEDIA Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat telah mengubah para digma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi yang tidak hanya didapatkan dari buku,surat kabar,audio visual dan elektronik,tetapi juga sumber informasi lainnya,misalnya internet.salah satu bidang yang memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut adalaah dunia pendidikan. Demikian juga bagi pembelajar,dengan media diharapkan mereka akan lebih mudah mendapatkan informasi,karena tidak terfokus pada teks dari buku.kemampuan teknologi media yang telah terhubung internet akan semakin menambah kemudahan dalam mendapatkan informasi untuk kepentingan pembelajaran.Selama iini,pembelajaran keterampilan berbahasa indonesia pada umumnya hanya menggunakan model konvensional.pembelajaran berbasis media pernah dilakukana hanya beberapa saja.permasalahan yang muncul adalah bagaimana merancang pembelajaran menulis dengan menggunakan media. KETERAMPILAN MENULIS Kemampuan menulis berkembang melalui pelatihan selama lebih dari dua dekade ketika seorang anak tumbuh dan mempelajari keterampilan mengomposisikan selama masa akhir remaja dan awal dewasa.penulis pemula berkembang dari tingkat penyampaian pengetahuan ke tingkat transformasi pengetahuan, yaitu penulis dewasa.penulis profesional terus berkembang ke tingkat ahli yaitu penciptaan pengetahuan yang mana penggambaran isi penulis,teks,dan interpretasi pembaca terhadap teks termanipulasi oleh memori kerja.pembelajar disarankan mempelajari kemampuan menulis melalui program latihan secara terencana.Kemahiran manulis dapati ditingkatkan melalui pelatihan (Kellog,2008:1).adapun Crimon (1983:5) menjelaskan bahwa menulis itu merupakan sebuah proses.proses menulis dibagi dalam tiga tahapan:perencanaan (planning),penyusunan draf (drafting), dan revisi (revising). Perencanaan adalah prosedur yang di tempuh untuk menentukan hasil yang diinginkan.sebagai tahap pertama dalam proses menulis,perencanaan adalah serangkaian strategi yang dirancang untuk menemukan dan menghasilkan informasi ketiga proses menulis berjalan Tahap kedua adalah penyusunan draf atau drafting.drafting adalah prosedur untuk menghasilkan sebuah sketsa pendahuluan. Tahap terakhir adalah revisi,yaitu prosedur untuk menyempurnakan atau mengoreksi tulisan yang sedang dibuat.revisi adalah serangkaian strategi yang di buat untuk mengkaji kembali dan menilai kembali pilihan-pilihan yang telah menghasilkan sebuah tulisan.setela draft pendahuluan selesai,penulis harus meninjau kembali tulisannya dan menetapkan tidakan apa yang tampak paling produktif. PERENCANAAN (PLANNING) Cara terbaik untuk memulai menulis adalah mamulai perencanaan.penulis yang tidak berpengalaman cenderung berpikir bahwa perencanaan pada dasar nya merupakan satu kegiatan berpikir.pertama,mereka merencanakan di dalam benak mereka apa yang ingin mereka katakan,dan kemudian mereka memindahkan pikiran mereka ke dalam selembar kertas.namun sayangnya penulis yang tidak berpengalaman melihat bahwa proses perencanaan biasa nya menimbulkan dua jenis kegagalan:(1) mereka tidak dapat berpikir melalui segala sesuatu yyang ingin mereka katakan sebelum mereka mulai menulis,dan(2) mereka tidak dapat mentransfer pikiran mereka kedalam tulisan.pada kenyataannya,perencanaan juga merupakan satu kegiatan menulis,sebagai manaa dapat dibuktikan oleh penulis yang telah berpengalaman.para penulis menegaskan bahwa mereka membuat perencanaan yang paling produktif setelah mereka mulai menulis. SUMBER DAN STRATEGI Sebagai tahap pertama dalam proses menulis, perencanaan membantu,penulisan mengungkap,mengkaji dan menilai sebuah topik.perencanaan inilah yang membantu penulis menemukan dan menghasilkan informasi dalam tulisan.Misalnya Hemmingway menemukan sebuah kalimat yang benar dalam satu dan ketiga sumber ini:(1) Memori,(2) Obserpasi,(3) penyelidikan.semua strategi ini tidak hanya mengidentifikasi informasi yang telah ada,tetapi juga menciptakan informasi baru. PENYUSUNAN (Drafting) Drafting adalah prosedur untuk menentukan apakah informasi yang telah dikumpulkan selama perencanaan dapat dituangkan ke dalam sebuah tulisan yang baik.penulis yang belum berpengalaman sering kali beranggapan bahwa penyusunan draft tulisan merupakn tahap terakhir dalam proses menulis.Mereka meyakini bahwa dengan sedikit perbaikan,mereka dapat mengubah draft pertama menjadi draft terakhir.tetapi bagi penulis yang berpengalaman,penulis draft hanya merupakan besar pertama untuk menghasilkan tulisan.Untuk membantu penulis dalam menyussun draft,ada tiga strategi yang dapat ditempuh:outline dasar(scratch outline),perumusan hipotesis,draft temuan(discovery draft) dan outline deskriptif REVISI Revisi adalah melihat kembali dan menemukan satu visi baru untuk tulisan yang telah dibuat selama proses perencanaan dan drafting.setelah menyelesaikan proses koreksi,para penulis yang belum berpengalaman biasanya berpikir bahwa mereka telah merevisi tulisan mereka.pada dasarnya revisi merupakan sebuah proses dua tahap.pada tahap pertama,penulis menggunakan berbagai strategi membaca untuk membantunya memikirkan kembali,menyusun kembali dan seringkali menuliskan kembali bagian-bagian tulisan yang telah dibuat. PENGERTIAN MULTIMEDIA Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terrdiri dari teks,grafis,gambar,foto,audio,vidio dan animasi ssecara terintegrasi.multi media terbagi menjadi dua kategori,yaitu:MULTIMEDIA LINIER dan MULTIMEDIA INTERAKTIF. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna.multimedia ini berjalan sekuensial(berurutan),contonya:TV dan FILM.multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. MANFAAT MULTIMEDIA Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik,lebih interaktif,jumlah waktu mengajar dapat dikurangi,kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja,serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.manfaat di atas akan diperoleh mengingat terhadap keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran. KARAKTERISTIK MEDIA DALAM MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Sebagai salah satu komponen sistem pembbelajaran,pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen lain,seperti:tujuan,materi,strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Karakteristik multimedia pembelajaran adalah berikut ini: 1.memiliki lebih satu media yangg konvergen,misalnya menggabungkan unsur audio dan visual 2.bersifat interaktif,dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon pengguna 3.bersifat mandiri,dalam pengertian memberikan kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain. Selain memenuhi ketiga karakteristik tersebut,multimedia pembelajaran sebaiknya memenuhi fungsi sebagai berikut. 1.mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin 2.mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajarnya sendiri 3.memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan 4.mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon,baik berupa jawaban,pemilihan,keputusan,percobaab dan lain-lain. FORMAT MULTIMEDIA PEMBELAJARAN Format sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam lima lima kelompok sebagai berikut. 1.Tutorial 2.Drill dan practise 3.Simulasi 4.Percobaan atau Eksperimen 5.Permainan Pelaksanaan pembelajaran menulis dengan multimedia Pelaksanan model pembelajaran menulis dengan multimedia (film)dapat dilakukan dengan langgkah-langkah berikut ini Kegiatan pramenulis 1.pembelajar menentukan tema,tujuan,dan jenis karangan yang akan disusunnya,2.pengajar membimbing pembelajar membuat pertanyaan ,3.pembelajar menonton film,4.pembelajar membuat tanggapan terhadap film yang ditayangkan ,5.pembelajar berdiolog tentang isi dan gagasan dalam film,6.pembelajar menyimpulkan tema berdasarkan gagasan tersebut,7.pembelajar membuat kerangka karangan berdasarkan gagasan-gagasan yang muncul dalam film,laporan berdasarkan film. Kegiatan menulis A.pembelajar diminta untuk menulis deskripsi narasi,ekposisi atau argumentasi berdasarkan hasl kesan yang diperolehnya dari tayangan film,B.pembelajar mengubah film ke dalam teks secara kreatif ,C.pembelajaran membacakan karya nya, D.pembelajar mengajukan dan menjawab pertanyaan dengan berbagai argumentasi,E.pembelajar berdiskusi tentang karangan yang disusunnya. Kegiatan perbaikan hasil simakan A.pembelajar melakukan silang baca dengan temanny, B.pembelajar mencatat kesalahan-kesalahan umum karrangan temannya,C.pembelajar bersama-sama pengajar memberikan program perbaikan,D.pembelajar memperbaiki dan menulis kembali karangannya. Kegiatan publikasi a.pembelajar membacakan karyanya di depan kelas ,b.pembelajar menempel karya nya pada majalah dinding kelas atau membaca nya di depan kelas. TIPS CARA MEMBANGUN GENERASI EMAS MELALUI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA Apa yang terjadi dalam dunia pendidikan kita saat ini jelas belum merakyat. Saya pun bersetuju dengan apa yang dituliskan ketua Litbang PB PGRI, Mohammad Abduhzen. Rakyat miskin masih belum bisa sekolah di tempat yang layak. Apalagi kebijakan RSBI yang hanya berpihak kepada si kaya membuat pemerintah harus merefleksi ulang program ini. Tenaga pengajar asing yang gajinya lebih besar dari tenaga pengajar negeri sendiri menimbulkan kecemburuan. Seolah-olah guru import lebih baik dari guru domestik. Dalam bahasa yang sangat sederhana, pelayanan pendidikan di negeri ini belum berpihak kepada semua. Education for all yang dikampanyekan hanya sekedar kampanye belaka. Faktanya banyak anak usia sekolah terpaksa tidak bisa sekolah. Pendidikan multikultural belum berjalan dengan maksimal. Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan harus segera dievaluasi, dan seyogyanya pemerintah tidak tuli mendengarkan aspirasi dari rakyat yang menuntut keadilan. Sarana dan prasarana mesti diperhatikan. Jangan sampai peserta didik harus bertaruh nyawa untuk bisa pergi ke sekolah. Apa yang terjadi di Propinsi Banten, dimana anak-anak harus menantang maut melewati jembatan yang rusak menjadi pembelajaran bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan sarana dan prasarana masyarakat umum. Untuk membangkitkan generasi emas, perlu ada keteladanan dari para orang tua. Apa yang terjadi di masyarakat saat ini seperti kasus kriminalitas, dan penyalahgunaan Narkotika, merupakan cambuk bagi para orang tua dan guru untuk mendidik putra-putrinya lebih baik lagi. Sudah saatnya kita memulainya dari pendidikan dalam keluarga. Tak bisa begitu saja orang tua menyerahkannya kepada sekolah. Pendidikan yang utama tetap dikendalikan orang tuanya, dan anak harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak dari pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, budi pekerti yang luhur, dan keterampilannya. Semua itu telah tertuliskan pada tujuan pendidikan nasional yang sering dituliskan. Generasi emas Indonesia harus dibangkitkan dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang benar tidak mengenal status sosial atau kasta. Tidak boleh ada kastanisasi di sekolah-sekolah kita. Semua orang wajib sekolah dan mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah. Semua rakyat Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan ketentuan UUD 1945.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar